Rapat Pleno VII FMS, 2020

Pleno ke-VII FMS pada bulan Agustus membahas topik utama Statistik kebencanaan Indonesia. Pleno kali ini dipimpin oleh ketua FMS. Prof Bustanul Arifin. Paparan  terkait satu data bencana Indonesia disampaikan oleh Dr. Puji Pujiono. Puji menjelaskan bahwa masalah pendataan statistik kebencanaan di Indonesia sangat komprehensif dan perlu ditandatangani secara luas. Fragmentasi yang terjadi adalah terlalu banyak data, namun masih miskin informasi.

Salah satu penyebab permasalahan pada statistik kebencanaan ini adalah belum terhubung langsung antara BPS dan Badan Penanggulangan Bencana. Selain itu, data terkait bencana tidak terhubung dengan data-data pembangunan yang lain. Puji menyarankan agar BPS dimasukkan kedalam gugus tugas penanganan bencana. Dari sisi subtantif data bencana masih terdapat kesenjangan kredibilitas(kelemahan)  yang terjadi yaitu kesalahan pencatatan , perbedaan, ketidaksesuaian dan konflik data

  Definisi Satu Data Bencana Indonesia adalah suatu kerangka kerja yang terdiri dari kebijakan, pengaturan kelembagaan, dan pengelolaan teknis tentang data terkait bencana sebagai bagian tak terpisahkan dari Satu Data Indonesia dan sistem Statistik untuk memastikan data bencana yang dapat dipercaya, konsisten, bisa dibagi pakai, dan terbandingkan secara internasional. Idealnya Satu Data Bencana Indonesia merupakan piranti dalam penanggulangan bencana yang lebih baik. Sektor penanggulangan bencana tersebut diharapkan mampu menjawab indikator kedua rpjmn dan SDGs.

Poin utama yang dihasilkan dari pembahasan pleno VII FMS antara lain:

  1. Saat ini sedang disusun RUU terkait Bencana yang menjelaskan terkait bencana termasuk menjelaskan definisi bencana dan kelembagaan
  2. Terkait Satu Data perlu dilakukan pembahasan lintas kementrian/lembaga dan perluanya ada database center
  3. Perlu  dilakukan pilot untuk mengumpulkan data bencana apa yang perlu disiapkan di suatu wilayah berdasarkan dengan history and evidence.

Leave a Reply